Site icon untikaluwuk.ac.id

Douwes Dekker Ternyata Ada Dua, Jangan Sampai Salah

Douwes-Dekker

Tokoh douwes dekker merupakan nama dari dua tokoh yang berbeda. Yang satu adalah pejuang Indonesia dan satunya lagi adalah penulis Belanda.

Masyarakat di Indonesia pasti kenal dengan nama Douwes Dekker karena para guru di sekolah mengenalkannya sebagai tokoh terkenal. Sejatinya ada dua orang yang memiliki nama ini dan sebagian besar tidak menyadarinya.

Sehingga kedua orang tersebut dianggap sebagai satu orang yang sama. Padahal bila ditilik lebih lanjut jelas sekali perbedaan keduanya. Mari mengenal dua tokoh yang memiliki nama sama berikut ini.

Mengenal Douwes Dekker Pejuang Nasional Indonesia

Pejuang Indonesia yang satu ini memiliki nama lain, yaitu Danudirja Setiabudi. Pahlawan nasional ini lahir pada 8 Oktober 1879 di Pasuruan, Hindia Belanda.

Siswa di Indonesia dikenalkan kepada tokoh ini melalui sejarah Tiga Serangkai. Bersama dengan dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, ketiganya membangun nasionalisme dan patriotisme di Indonesia.

Berikut ini perjuangan-perjuangan Danudirja Setiabudi terhadap kebangkitan nasional Indonesia yang patut diketahui semua masyarakat Indonesia.

Tonggak perjuangan Danudirja dimulai ketika dirinya berhasil membentuk partainya sendiri yang diberi nama Indische Partij. Partai ini digunakan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda pada masa itu.

Indische Partij juga tak henti-hentinya menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai ancaman dari eksploitasi kolonial. Danudirja berharap semua lapisan masyarakat bisa bergabung dan ditampung aspirasinya melalui partai ini.

Perjuangan Danudirja tidak sia-sia karena makin hari makin banyak masyarakat Indonesia yang sadar dan mulai mendukung pergerakan partai. Di masa perjuangan ini pula mengantarkan pertemuan antara Danudirja dengan Tjipto Mangunkusumo.

Namun sayangnya perjuangan Tiga Serangkai harus berakhir karena tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah kolonial Belanda. Hal ini sudah pasti tidak cukup untuk memadamkan api perjuangan dalam diri Danudirja.

Untuk melanjutkan perlawanan terhadap pemerintahan Belanda, Danudirja mendirikan majalah De Express. Sebelumnya, Danudirja memang sudah memiliki keterampilan sebagai seorang jurnalis. Sehingga dirinya memang memiliki kemampuan untuk memimpin sebuah redaksi majalah.

De Express menjadi wadah bagi Danudirja dan pejuang nasionalisme menyuarakan perlawanan terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Bahkan Danudirja juga membantu mendirikan organisasi-organisasi perjuangan lainnya.

Pandangan perlawanannya kemudian bergeser karena menganggap bahwa bidang pendidikan juga pantas mendapatkan perhatian lebih. Langkah Danudirja selanjutnya adalah menjadi guru yang bisa memberikan dukungan langsung di bidang pendidikan.

Di sekolah tempatnya mengajar, Danudirja tak pernah lupa untuk mengajarkan nasionalisme dan menyadarkan masyarakat mengenai penjajahan.

Mengenal Douwes Dekker Sang Penulis Multatuli

Tokoh yang memiliki nama sama dengan Danudirja ini nama aslinya adalah Eduard Douwes Dekker. Eduard merupakan orang asli Belanda yang bekerja sebagai penulis.

Eduard bukanlah kaum bangsawan Belanda yang kebetulan pergi ke Hindia Belanda, melainkan hanya warga negara biasa yang ingin mengadu nasib. Ketika berada di Hindia Belanda Eduard bekerja sebagai PNS dengan kehidupan yang menyenangkan baginya.

Namun sayangnya pekerjaan itu tidak bertahan lama akibat Eduard yang kehilangan ketertarikan terhadap pekerjaannya. Pada saat mulai menjadi PNS tetap pun dirinya justru berulang kali bermasalah dengan atasan.

Pada akhirnya Eduard kembali ke Eropa dan mulai menulis. Pada masa inilah lahir buku fenomenal berjudul Max Havelaar yang membuat karier penulis Eduard bisa dibilang sukses. Eduard menggunakan nama pena Multatuli yang berarti “Aku sudah banyak menderita” pada buku tersebut.

Kesimpulan

Sekarang pastinya sudah tidak bingung lagi bukan dengan tokoh yang bernama Douwes Dekker? Masing-masing tokoh tersebut memiliki prestasi yang membuat namanya dikenal oleh masyarakat luas.

Exit mobile version