7 Tradisi Komunikasi dalam Ilmu Komunikasi: Definisi dan Contoh Penggunaannya

Temukan apa saja yang termasuk dari 7 tradisi komunikasi dalam perspektif ilmu komunikasi. Melalui artikel ini akan diuraikan mulai dari definisi hingga penerapan contoh pada kehidupan sehari-hari.

Komunikasi adalah suatu elemen penting bagi kelangsungan hidup di dunia. Hal ini tidak lepas dari peran manusia yang merupakan makhluk sosial. Maksud dari pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini tidak bisa hidup sendirian tanpa memerlukan bantuan dari orang lain. Selain itu, perlu juga untuk mengetahui turunan dari komunikasi itu sendiri, salah satunya ialah tradisi komunikasi.

Menurut Robert T, Craig, tradisi komunikasi adalah kategori teoretis yang mengelompokkan berbagai pendekatan dan teori komunikasi berdasarkan metodologi dan fokus studi mereka. Setiap tradisi menawarkan berbagai sudut pandang dan pendekatan untuk menyelidiki bagaimana pesan disampaikan, diterima atau dipahami dalam konteks sosial yang berbeda. Berikut ini merupakan penjelasan dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan 7 tradisi komunikasi. Simak selengkapnya di bawah ini.

7 Tradisi Komunikasi: Definisi hingga Contohnya

Berdasarkan dari yang telah disebutkan oleh dengan Craig mengidentifikasi tujuh tradisi utama dalam teorinya, yang mencakup retorik, semiotik, fenomenologis, cybernetic, sosiopsikologis, sosiokultural, dan kritis. Namun tidak sedikit dari mereka yang masih bingung dengan penerapan dari 7 tradisi komunikasi tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penjelasan lengkapnya berikut ini.

  1. Tradisi Retorika

Tradisi retoris dalam ilmu komunikasi merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada teknik berbicara dan persuasi. Tradisi ini mempertimbangkan bagaimana cara menyampaikan pesan secara efektif untuk mempengaruhi atau membujuk audiens. Fokusnya adalah pada strategi komunikasi untuk mencapai efek persuasif dalam situasi publik maupun antar individu.

Biasanya cenderung memperhatikan berbagai aspek-aspek seperti penggunaan bahasa, penampilan, logika argumentasi, dan memperhatikan struktur pesan yang ingin disampaikan sehingga mendapatkan perhatian penuh. Contohnya seperti melihat para tokoh politik yang sedang berbicara di khalayak umum, umumnya menggunakan teknik ini sebagai salah satu langkah untuk dapat mempengaruhi pandangan publik tentang suatu isu.

  1. Tradisi Semiotik

Tradisi semiotik dalam studi komunikasi merupakan pendekatan yang menekankan pentingnya tanda dan simbol dalam proses komunikasi manusia. Penggunaan berbagai jenis tanda, seperti kata-kata, gambar dan simbol (seperti ekspresi pada wajah), gerak tubuh, dan bahasa tubuh lainnya merupakan komponen utama dari penerapan salah satu 7 tradisi komunikasi ini.

Misalnya, dalam periklanan, semiotika dapat digunakan untuk menganalisis bagaimana gambar, warna, dan simbol tertentu digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pemirsa. Peneliti semiotika melakukan pengamatan terhadap cara kerja tentang bagaimana elemen visual yang dipilih dan diatur untuk menciptakan makna tertentu atau memperoleh respons emosional dari khalayak.

  1. Tradisi Fenomenologi

Fokus tradisi ini adalah memahami bagaimana masyarakat mengalami komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk proses persepsi dan interpretasi yang menyertai pengalaman komunikatif. Dalam studi komunikasi interpersonal, pendekatan fenomenologis dapat digunakan untuk memahami bagaimana individu mengalami emosi, persepsi diri, dan hubungannya dengan orang lain.

Misalnya, peneliti fenomenologi mungkin akan melakukan penelitian dengan pertanyaan seperti bagaimana orang menafsirkan percakapan dengan pasangan romantisnya, dan bagaimana pengalaman traumatis mempengaruhi persepsi seseorang terhadap komunikasi yang ada. Percakapan dengan makna yang mendalam dilengkapi dengan emosional termasuk bagian dari teknik ini.

  1. Tradisi Sibernetik

Tradisi ini berfokus pada bagaimana informasi diproses, disimpan, dan ditransmisikan, dan bagaimana sistem komunikasi dapat menjaga keseimbangan dan stabilitas melalui umpan balik. Konsep inti dari tradisi sibernetika adalah bahwa komunikasi adalah proses yang melibatkan transmisi informasi antara pengirim dan penerima melalui saluran tertentu, dan umpan balik sangat penting dalam memastikan efektivitas komunikasi peran penting. 

Ada banyak contoh yang bisa digunakan seperti pada komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa. Misalnya pada komunikasi massa ketika saluran berita menggunakan survei dari penonton dan rating untuk menyesuaikan program mana saja yang diminati oleh audiens.

  1. Tradisi Sosiopsikologi

Tradisi psikologi sosial dalam penelitian komunikasi berfokus pada pengaruh psikologis dan proses kognitif yang terjadi pada individu selama interaksi komunikatif dan bagaimana komunikasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku dan sikap individu. Tradisi ini menggabungkan perspektif sosiologis dan psikologis untuk memahami bagaimana komunikasi terbentuk dan dibentuk oleh faktor psikologis dan sosial.

Contohnya pada pengaruh dari iklan dan pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mempengaruhi khalayak dengan menggunakan teknik persuasi. Misalnya saja pada restoran dari sisi psikologisnya ditunjukkan melalui pemilihan warna yang memberikan kesan untuk menambah nafsu makan. Sedangkan untuk sosialnya bisa melalui interaksi aktor yang memerankan adegan memakan makanan tersebut dengan penuh ceria dan kehangatan.

  1. Tradisi Sosiokultural

Tradisi sosiokultural memandang komunikasi sebagai proses dimana individu dan kelompok membangun dan memelihara realitas sosial. Bahasa dan simbol yang digunakan untuk berkomunikasi membantu menciptakan makna dan pemahaman bersama dalam masyarakat.

Salah satu contoh yang masih diterapkan di era saat ini adalah dalam penentuan tanggal untuk kedua calon pengantin biasanya masih menggunakan perhitungan dari adat istiadat serta para tetua atau tokoh adat yang disegani.

  1. Tradisi Kritis

Tradisi kritis menolak pandangan netral terhadap realitas, termasuk  komunikasi dan praktik komunikatif. Komunikasi hendaknya dipahami sebagai cerminan wacana yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran kritis, menghilangkan kekuasaan, dan mendorong partisipasi dalam tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya pada saluran media yang bertugas untuk meliput investigasi, maka biasanya dituntut untuk tetap fokus dan kritis terhadap segala hal yang memungkinkan untuk menjadi kunci utama dalam pemecahan kasus yang ada.

Kesimpulan

Penting bagi kita untuk dapat mempelajari dan memahami 7 tradisi komunikasi sehingga nantinya diharapkan dapat membantu di dalam segala aktivitas kesehariannya. Untuk itu, tidak ada kata terlambat untuk mencoba belajar mempraktikkan hal-hal yang baru untuk menunjang keefektifan dalam berkomunikasi.